Fokus Group Discussion (FGD) Identifikasi Masalah Prosedur Pendirian Usaha Digital Publishing

Pada tanggal 5 April 2017, saat senja sudah semakin hilang saya mendapatkan semua pesan di tlp genggam saya, dan beliau langsung memperkenalkan diri serta menjelaskan maksud dan tujuan.

Ternyata yang menghubungi dari Pusat Pengembangan Kewirausahaan (PPKwu) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta.

Dimana UNS bekerjasama dengan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) mengadakan Fokus Group Discussion (FGD) Identifikasi Masalah Prosedur Pendirian Usaha Digital Publishing, dalam rangka kegiatan standarisasi kebijakan ekonomi kreatif.

Sebelumnya UNS dan Bekraf pada tahun 2016 sudah melalukan penyusuan buku panduan pendirian usaha dibeberapa sektor, yaitu usaha kuliner soto, animasi, film, aplikasi, game digital, kriya logam, kriya keramik, kriya batik, studio musik dan Fashion muslim.

FGD 1

Pada tahun 2017 ini  salah satu yang disusun adalah Digital Publishing.

Tanggal 10 April 2017 berlangsung acara FGD tersebut di The Amrani Syariah Hotel di Solo. Dimana tujuan FGD Identifikasi Masalah Digital Publishing ini diharapkan dapat mengumpulkan informasi dan data-data yang mendukung proses pendirian dan pengelolaan usaha Digital Publishing.

Saya pada saat itu mendapatkan mandat menjadi salah satu narasumber di FGD tersebut dan 3 orang narasumber lainnya dari UNS, Solo Post dan Run System serta 7 peserta lainnya dari rekan-rekan penerbit.

Ada beberapa yang dibahas:

  1. Definisi dan Ruang Lingkup Usaha
  2. Gagasan dan Peluang Usaha
  3. Perijinan atau Legal Usaha
  4. Manajemen Keuangan dan Permodalan
  5. Manajemen Sumber Daya Manusia
  6. Manajemen Produksi
  7. Manajemen Pemasaran
  8. Quality Control dan Pengembangan Usaha
  9. Hak Kekayaan Intelektual
  10. Faktor lain

Pada FGD memberikan sesuai dengan bidang masing-masing dan pengalamannya. Saya lebih fokus ke Konten Digital (Content Digital) selain juga persiapan teknis lainnya. FDG ini banyak masukan dari narasumber saja, tetapi peserta lain dari rekan-rekan penerbit banyak memberikan permasalahan apa saja dihadapi jika ingin ke Digital Publishing.

Adapun sedikit ringkasan identifikasi dari saya sampaikan pada saat itu:

  1. Konsep Digital
  2. Konsep Konten
  3. Konsep Format
  4. Gagasan Masih “terbelenggu” konsep cetak
  5. Masih belum “pede”
  6. Kelengkapan Legalitas badan usaha untuk di elektronik
  7. e-ISBN atau “e-identitas” lainnya belum siap
  8. Kemampuan membuat konten digital
  9. Tenaga yang tersedia
  10. Pengetahuan Software
  11. Masih khawatir jual digital
  12. Izin penulis
  13. Dipasarkan kemana?
  14. Minat baca minim

Dengan demikian bisa membatu rekan-rekan penerbit bisa membangun dan bersinergi dengan penerbitan cetaknya, sehingga bisa berkembang dan ikut maju bersama berkembangnya dengan pesat di era digital ini.

Salam literasai – “Cipang”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: